Official Site : https://smknkabuh.sch.id
(0321) 3759214 | smknalaska2012@gmail.com

Mengapa Siswa Non-Pemasaran Perlu Belajar Sales? Pelajaran Berharga dari Kunjungan Praktisi Vokasi ke SMK Negeri Kabuh

  • Tanggal: 14-09-2026
  • ID Artikel: #31
Mengapa Siswa Non-Pemasaran Perlu Belajar Sales? Pelajaran Berharga dari Kunjungan Praktisi Vokasi ke SMK Negeri Kabuh

Kabuh, Jombang — Kunjungan singkat ke SMK Negeri Kabuh belum lama ini meninggalkan kesan mendalam sekaligus membuka cara pandang baru: sales atau kemampuan menjual bukan hanya milik satu jurusan tertentu. Setiap siswa—terlepas dari apapun program keahliannya—perlu mampu menjelaskan nilai dari ide, karya, solusi, dan kompetensi yang dimilikinya.

Sekilas, kunjungan ini terlihat berbeda dari sekolah-sekolah kejuruan pada umumnya. SMK Negeri Kabuh tidak memiliki jurusan Pemasaran. Program keahlian di sekolah ini justru berfokus pada dunia teknik, laboratorium, kesehatan, dan teknologi, seperti Teknik Kimia Industri, Farmasi Industri, Analisis Pengujian Laboratorium, serta Sistem Informasi, Jaringan, dan Aplikasi (SIJA).

Lalu, mengapa seorang praktisi pemasaran dan vokasi nasional tertarik mengunjungi sekolah yang tidak memiliki jurusan Pemasaran?

Jawabannya sederhana: karena kemampuan menjual tidak hanya dibutuhkan oleh siswa Pemasaran. Sales pada dasarnya adalah kemampuan menjelaskan nilai, dan kemampuan tersebut dibutuhkan di hampir setiap bidang pekerjaan.

Pertemuan yang Dipertemukan oleh Dunia Pendidikan Vokasi

Memanfaatkan momen kunjungan di Jombang, sesi berbagi singkat selama kurang lebih 30 menit digelar bersama sejumlah siswa kelas X dan XI. Meski singkat, diskusi tersebut memantik pertanyaan mendalam dari para siswa:

"Pak, kami bukan anak Pemasaran. Apa hubungan sales dengan jurusan kami?"

Sales Skill dalam Berbagai Bidang Keahlian di SMK Negeri Kabuh
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penting untuk memahami bagaimana sales skill diterapkan di berbagai bidang keahlian yang ada di SMK Negeri Kabuh:

Teknik Kimia Industri

Seorang lulusan Teknik Kimia Industri yang berhasil mengembangkan formulasi produk efisien tetap memerlukan sales skill. Inovasi tersebut tidak akan digunakan oleh industri jika ia tidak mampu menjelaskan manfaat, keamanan, efisiensi, serta nilai ekonomisnya kepada pihak perusahaan.

Farmasi Industri

Lulusan Farmasi menguasai bahan, proses produksi, hingga mutu produk kesehatan. Pengetahuan teknis ini harus disampaikan secara akurat dan mudah dipahami oleh masyarakat maupun pengguna. Menerjemahkan bahasa teknis menjadi manfaat yang relevan adalah bagian dari komunikasi penjualan yang etis.

Analisis Pengujian Laboratorium

Data laboratorium yang akurat memerlukan kemampuan presentasi agar bisa menjadi dasar pengambilan keputusan. Seorang analis dituntut tidak hanya memperoleh hasil yang benar, tetapi juga mampu menjelaskan arti data, konsekuensi, dan rekomendasi bagi orang lain.

Sistem Informasi, Jaringan, dan Aplikasi (SIJA)

Membangun aplikasi atau jaringan yang canggih saja belum cukup. Pengembang teknologi perlu menjelaskan masalah yang diselesaikan, siapa pengguna yang terbantu, serta alasan mengapa solusi tersebut layak dipilih dibanding yang lain.

Produknya berbeda, jurusannya berbeda, dan kariernya kelak pun berbeda. Namun, semuanya tetap membutuhkan kemampuan menjelaskan nilai.

Bekerja sebagai Sales vs Memiliki Sales Skill
Banyak orang salah mengira bahwa belajar sales berarti harus berprofesi sebagai tenaga penjualan di masa depan. Padahal, seseorang bisa menjadi analis laboratorium, programmer, tenaga farmasi, teknisi, peneliti, hingga wirausahawan tanpa harus menyandang jabatan sales.

Namun, hampir setiap profesi membutuhkan sales skill di berbagai momen penting:

Saat wawancara kerja, kita sedang menjual kompetensi.

Saat mempresentasikan tugas akhir, kita sedang menjual ide.

Saat menawarkan solusi kepada atasan, kita sedang menjual gagasan.

Saat membangun usaha, kita sedang menjual produk dan kepercayaan.

Saat mengajak pihak lain berkolaborasi, kita sedang menjual nilai dari kerja sama tersebut.

Kisah dan inspirasi ini dirangkum dari sharing session bersama Ahmad Madani (Praktisi Pemasaran dan Vokasi, Trainer, Konsultan, serta Juri LKS Digital Marketing Tingkat Nasional 2026) saat berkunjung ke SMK Negeri Kabuh.

Sosial Media: